Puncak Harlah, Unisnu Gelar Dzikir bersama Jama'ah Al Khidmah


Foto: Unisnu / Dok

JEPARA, Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke- 28, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar kegiatan dzikir bersama Jamaah Al Khidmah, Rabu (7/8/2019). Berlangsung di lapangan Unisnu, majelis dzikir dihadiri oleh ribuan jamaah yang berasal dari Jepara dan kota sekitarnya.

Majelis Dzikir dimulai pada pukul 19.00, WIB, dimulai dengan pembacaaan Istighosah, Yasin dan Manakib yang dibaca secara bergantian oleh Jamaah Al khidmah. Dilanjutkan kemudian dengan pembacaan Maulidurrasul Muhammad SAW dan Sholawat yang membuat jamaah larut dalam  melantunkan puji-pujian kebesaran Nabi Muhammad SAW.

Sebagai puncak peringatan harlah ke 28 Unisnu, Majelis Dzikir bersama Al khidmah dihadiri oleh Rektor Unisnu Jepara  Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., Ketua Umum Yaptinu Dr. H. Shodiq Abdullah, M.Ag., Syuriyah PCNU Jepara KH. Kamil Ahmad, Asisten II Setda Jepara yang mewakili PLT Bupati,  Drs. Mulyaji, MM, para habaib dan segenap pejabat Struktural dan sivitas akademika Unisnu Jepara.

Dalam Sambutannya, Rektor Unisnu Jepara mengatakan bahwa dzikir bersama Majelis Al Khidmah ini untuk menajamkan sekaligus memperhalus hati kita, untuk memperlembut perasaan kita dan senantiasa meminta kepada Allah supaya Unisnu senantiasa mendapatkan penjagaan yang baik. “Satu hal yang memang harus kita lakukan dan tidak ada jalan yang lain yakni menumbuhkan rasa makhabbah kepada Allah dengan memperbanyak do’a dan dzikir, yang itu akan selalu menghadirkan rahmat dan berkah”. Ujarnya

Lebih lanjut, rektor Unisnu berterima kasih dan sekaligus meminta doa kepada para kiai, habaib dan jamaah yang hadir dalam majelis, semoga Unisnu senantiasa dicintai masyarakat, semakin dekat dengan kebaikan.

Dalam Mauidlhoh Khasanah KH. Munir Abdullah menyampaikan rasa bangganya kepada Unisnu, “Saya bangga dan senang ada di Jepara dan di Unisnu, universitas Nahdlatul Ulama yang akan menjadi cikal bakal generasi yang akan mengemban faham Ahlussnah Wal Jamaah untuk semakin maju, jaya dan syiar di Indonesia”. Ujarnya

KH Munir Abdullah mengajak jamaah untuk mewaspadai bahaya faham-faham radikal yang sudah mulai memasuki kehidupan universitas. Beliau bersyukur, di Unisnu, di kampus NU ini, mahasiswanya masih bisa melantunkan dan mendengar sholawat dan dzikir, beliau Mengajak jamaah untuk selalu mencintai rasulullah dan terus berdzikir. “Semoga majelis dzikir ini akan mendatangkan keberkahan baik bagi para dosen, mahasiswa, dan juga ilmunya". Pungkasnya.

Penulis : PTKIS
Editor   : Kopertais 10